News
Thursday, 18 July 2013

Bawaslu Audit 10 Menteri yang Jadi Caleg


JAKARTA (18 Juli 2013): Paling tidak 10 menteri kabinet Indonesia Bersatu II terdaftar menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014.

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) akan mengawasi mereka guna mencegah pelanggaran penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN/APBD untuk kepentingan kampanye. ''Kita akan audit 10 menteri aktif yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Kita akan lihat program-program kementerian. Sebelum penetapan DCT (daftar calon tetap) kita mulai lakukan,'' kata komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan, Daniel di Jakarta Rabu (17/7).

 

Dalam melaksanakan pengawasan itu, Bawaslu berkoordinasi dengan lembaga terkait antara lain PPATK, Kementerian Keuangan, dan KPK serta ormas yang fokus pada pemantauan dana kampanye pemilu. ''Potensi seluruh partai ada kecuali yang tidak bergabung dalam pemerintahan. Kita lakukan pengawasan dalam konteks pencegahan pelanggaran dengan melakukan investigasi terhadap potensi penggunaan dana APBN di setiap kementerian,'' jelas Daniel.

 

Bawaslu melakukan pengawasan anggaran yang digunakan untuk kampanye dan pengawasan bentuk pelaksanaan kampane. Bawaslu berharap setiap parpol peserta pemilu dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan kampanye. 10 menteri yang jadi caleg itu adalah lima dari Partai Demokrat yakni Menteri Koperasi Syarief Hasan (Jabar III), Menteri Perhubungan EE Mangindaan Sulut), Menkumham Amir Syamsuddin (Sultra), Menteri ESDM Jero Wacik (Bali) dan Menpora Roy Suryo (Yogyakarta).

 

Dari PKS ada dua menteri yakni Menteri Pertanian Suswono (Jateng X) dan Menkominfo Tifatul Sembiring (Sumut I). Sedangkan dari PKB ada dua menteri yakni Menakertrans Muhaimin Iskandar (Jatim VIII) dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zainal (NTB). Sedangkan satu menteri lagi dari PAN yakni Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Lampung 1).[]