News

Sebagai bangsa, kini kita telah merdeka. Hindarkan politik pecah belah layaknya penjajah memperlakukan kita ratusan tahum silam.

Friday, 15 August 2014

Jokowi Apresiasi SBY Bantu Presiden Terpilih

JAKARTA (15 Agustus): Presiden Terpilih Joko Widodo mengaku senang mendengar Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang paripurna bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat (15/8). Point terpenting menurut Jokowi adalah pernyataan kesiapan SBY mendukung Presiden penerusnya.

"Poin yang paling penting tadi beliau menyampaikan bahwa beliau siap membantu presiden terpilih," kata Jokowi seusai mengikuti Pidato Kenegaraan tersebut. Menurut Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu, dengan adanya pernyataan tersebut  menunjukkan bahwa Presiden Yudhoyono ingin proses transisi pemerintahan berjalan semulus mungkin. Jokowi berharap SBY merealisasikan pernyataannya itu dengan bersikap terbuka kepadanya nanti. "Masalahnya sampai
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2014

Menteri tidak Boleh Rangkap Jabatan Partai

JAKARTA (15 Agustus): Pengurus partai yang ditawari posisi menjadi menteri tidak boleh merangkap jabatan itu karena dapat berdampak pada tugas-tugasnya dalam mengurus negara nanti.

"Saya kira komitmen yang harus diutamakan. Misalnya, seorang pengurus partai kalau ditawari menjadi menteri dengan berbagai persyaratan, kalau siap ya harus punya batasan, tidak mungkin merangkap-rangkap (jabatan)," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR Jakarta, Jumat (15/8). Sebagai Presiden terpilih versi Komisi Pemilihan Umum (KPU), lanjut dia, menjadi hal yang wajar jika Joko Widodo menginginkan kabinet bersih dan siap mencurahkan tenaga demi bangsa dan
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2014

Demokrasi Jangan Didominasi Elite Berjiwa Transaksional

JAKARTA (15 Agustus): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan sistem politik dan demokrasi nasional jangan melupakan kepentingan rakyat dan berubah menjadi demokrasi yang elitis.

"Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk mencegah agar jangan sampai demokrasi kita menjadi elitis," kata Presiden dalam pidato kenegaraan pada sidang paripurna bersama DPR-DPD di Gedung Parlemen Jakarta, Jumat (15/8). Presiden menegaskan,"reformasi dimulai sebagai gerakan akar rumput, sebagai ekspresi aspirasi rakyat, yang kemudian dijelmakan dalam sistem politik yang sekarang kita anut. Alangkah malangnya kalau demokrasi tersebut akhirnya kehilangan jiwa kerakyatannya,
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2014

Presiden Harap Reformasi Hukum Terus Jadi Prioritas

JAKARTA (15 Agustus): Pemerintahan mendatang diharap meneruskan upaya reformasi di bidang hukum, sehingga masyarakat memiliki kepastian hukum dan bisa mendapatkan keadilan.

"Reformasi hukum memang merupakan tantangan yang paling berat. Dan saya berharap agenda reformasi hukum ini akan terus menjadi prioritas utama dalam kehidupan bernegara Indonesia di masa mendatang," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan di depan sidang paripurna bersama DPR dan DPD di gedung parlemen Jakarta, Jumat (15/8).. Selain reformasi hukum, Presiden mengatakan sejak awal masa pemerintahannya, kebijakan memberantas korupsi juga terus
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2014

Pemilu bukan Hanya Pertarungan Elite

JAKARTA (156 Agustus): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan keperluan untuk menjaga agar proses Pemilu 2014 benar-benar menyuarakan nurani rakyat dan bukan semata pertarungan elite politik.

Hal itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 69 Republik Indonesia pada sidang bersama DPR dan DPD di Gedung Parlemen Jakarta, Jumat (15/8). Saat ini publik masih menanti proses akhir dari gugatan yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi (MK) atas keputusan KPU yang menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.  "Marilah kita semua
Selengkapnya...

Thursday, 14 August 2014

Kapolri Bantah Isu Intimidasi Saksi Prabowo-Hatta

JAKARTA (14 Agustus): "Kami sudah periksa ke Papua mengenai apa yang terjadi. Itu masalah yang terjadi di KPU, kemudian personil polisi termasuk kepala Polres hadir di sana untuk menengahi, bukan untuk mengintimidasi," kata Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Sutarman, di Jakarta, Kamis (14/8).

Sutarman menegaskan tidak ada intimidasi oleh polisi pada Pemilu Presiden 2014, di Distrik Dogiyai, Nabire, Papua, seperti disampaikan saksi Prabowo-Hatta dalam sidang perkara hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Kapolri, yang dilakukan anggotanya di lapangan pada saat Pemilu Presiden di Dogiyai sudah sesuai dengan penugasan. "Saya katakan tidak ada (intimidasi) karena personel kami datang ke sana untuk mengamankan dan meluruskan apa yang terjadi di
Selengkapnya...

Thursday, 14 August 2014

Abraham Samad Ogah Jadi Menteri

SOLO (14 Agustus): Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengaku tidak ingin menjadi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) meskipun masuk dalam nominasi.

Samad mengatakan hal tersebut di sela-sela menghadiri "Seminar Nasional Sinergisitas KPK, Birokrasi dan Perguruan Tinggi Untuk Mewujudkan Pemerintahan Bebas Korupsi", di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kentingan, Solo, Kamis (14/8).. "Saya ingin konsentrasi menyelesaikan tugas-tugas di KPK sampai akhir masa jabatannya tahun 2015, karena masih banyak yang harus dikerjakan untuk bangsa ini," katanya seperti dilaporkan Antaranews.com.. Menurut dia, masih
Selengkapnya...

Thursday, 14 August 2014

Jokowi Diminta Segera Susun APBN-P

JAKARTA (14 Agustus): Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk segera menyusun APBN Perubahan (APBN-P) sejak saat ini agar dapat memasukkan program-program terbaru dalam APBN 2015. Hal itu perlu dilakukan agar penyusunan anggaran tidak terpaku pada postur yang mengikat.

  Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan masa transisi yang tersisa dua bulan lebih tahun fiskal 2014 ini harus dapat dimanfaatkan oleh Jokowi untuk merancang kebijakan fiskal. Pasalnya, mau tidak mau dalam waktu yang singkat tersebut postur dalam bujet negara sudah harus dibuat. "Sisa dua bulan di tahun ini, pemerintahan baru memang tak bisa banyak berbuat, selain melakukan optimalisasi anggaran 2014 yang ada. Sambil jalan, persiapkan saja
Selengkapnya...

Thursday, 14 August 2014

Sengketa Pilpres tidak Pengaruhi Dunia Usaha

JAKARTA (14 Agustus): Para pelaku usaha menanggapi santai terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut para pengusaha, sengketa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang kepada Metrotvnews.com di Jakarta, Kamis (14/8). Sarman beranggapan gairah pasar sangat membaik setelah proses Pilpres 2014 berjalan dengan aman, tertib dan lancar. "Kalau kita mengamati kondisi ekonomi saat ini secara umum tidak memiliki pengaruh terhadap jalannya proses gugatan di MK. Kita melihat bahwa ekonomi kita berjalan normal dan gairah pasar membaik," jelas
Selengkapnya...

Thursday, 14 August 2014

Saksi Kubu Jokowi-JK Turun Gunung

JAKARTA (14 Agustus): Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden yang diajukan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pada sidang ke-enam hari ini (14/8), giliran MK mendengarkan saksi pihak terkait dari kubu presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Sidang MK akan memeriksa sekitar 25 saksi Jokowi-JK. Mereka datang dari berbagai daerah dan bertugas pada proses rekapitulasi suara dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tampak di antara para saksi tersebut  adalah Ferry Mursyidan Baldan yang bertugas saat rekapitulasi suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua MK Hamdan Zoelva pun sempat mengeluarkan celetukan saat mengetahui politikus NasDem itu juga masuk dalam daftar
Selengkapnya...

«
<
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
>
»