News

Sebagai bangsa, kini kita telah merdeka. Hindarkan politik pecah belah layaknya penjajah memperlakukan kita ratusan tahum silam.

  • Jokowi Ingin Luruskan Sistem Presidensial

    JAKARTA (16 April): Tekad calon presiden dari PDIP Joko Widodo atau Jokowi yang akan membentuk koalisi tanpa unsur transaksional merupakan pelurusan praktik demokrasi presidensial yang berkembang saat ini.

    Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengemukakan itu di Jakarta, Rabu (16/4). Menurut Eva, sistem presidensial yahg benar adalah komnposisi kabinet tidak ada kaitannya dengan komposisi kursi parlemen. "Ini sejalan dengan keinginan beliau bahwa komposisi kabinet mendatang adalah kabinet kerja bukan kabinet bagi-bagi kursi tim sukses," ujarnya seperti dilaporkan Antaranews.com.   Menurut anggota Komisi III DPR itu, sistem transaksional di dalam koalisi itu akan diubah.
    Selengkapnya...

  • Panglima TNI Sebut Negara Ini Seperti Diinfus

    JAKARTA (16 April): Indonesia akan menjadi negara maju kedua setelah India bila mampu menstabilkan jumlah penduduk dan sumber daya lainnya. Salah satunya melalui pengembangan pertanian dalam bingkai pertahanan Indonesia.

    Namun hingga saat ini, sayangnya masih banyak komoditi pertanian yang sebenarnya bisa dihasilkan oleh negeri sendiri, namun semangat untuk mengimpor dari negara luar tetap meninggi, bahkan cenderung tidak terbendung. "Kita seperti negara yang diinfus. Buah dari luar, garam dari luar, kalau dicabut (infus) klenger," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam seminar yang bertajuk "The 14th Annual Citi Economic and Political Outlook Indonesia : The Next Year" di Hotel
    Selengkapnya...

  • PAN tidak Tertarik Koalisi Poros Tengah

    JAKARTA (16 April): Setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, kini giliran Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menegaskan tidak tertarik untuk membangun Poros Tengah Jilid II. Ditegaskan, koalisi yang dikotak-kotakkan berdasarkan ideologi atau basis massa, sudah tidak relevan saat ini.

    “Poros Tengah itu istilah yang digunakan di masa lalu. Kondisinya sangat berbeda, sudah tidak relevan lagi. Dulu Presiden dipilih MPR, sekarang tidak relevan,” tegas Hatta saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (16/4). Hatta mengakui, potensi suara dan dukungan partai berbasis massa Islam akan sangat besar jika disatukan. Namun, akan lebih baik pendekatan koalisi dilakukan seusai dengan pendekatan masing-masing, jangan terkotak-kotak.  “Lebih baik
    Selengkapnya...

  • Pemantau Pemilu Desak Ganti Ketua Bawaslu

    JAKARTA (16 April): Sejumlah organisasi pemantau pemilu menuntut restrukturisasi kepemimpinan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Alasannya, kepemimpinan Muhammad sebagai Ketua Bawaslu dinilai kurang proaktif dan mudah berkompromi.

    “Bawaslu tampak lemah dan kurang tegas dalam mengawasi pemilu. Banyak pelanggaran, tapi sepi tindakan. Maka itu, kami rekomendasikan agar ketua Bawaslu diganti karena tidak mempunyai kecakapan memimpin serta cenderung berpihak,“ ujar Ray Rangkuti, Koordinator Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), saat diskusi Marak Pelanggaran Sepi Tindakan yang digelar di Kedai Kopi Deli Jakarta, Selasa (15/4).   Ia menjelaskan, Bawaslu juga terlihat seperti berpihak saat meloloskan
    Selengkapnya...

  • PDIP Jalin Kerja Sama Politik, bukan Koalisi

    JAKARTA (16 April): Belajar dari berbagai pengalaman di masa lalu maka dalam mengelola pemerintahan ke depan jika memenangkan pemilihan presiden, PDIP mengedepankan kerja sama, bukan koalisi. Pasalnya, koalisi hanya terkesan bagi-bagi kursi.

    “Kita tak ada koalisi. Istilah yang saya sampaikan kerja sama,“ ujar calon presiden daari PDIP Joko Widodo (Jokowi) dalam Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta Pusat, Selasa (15/4) malam.   Menurut Gubernur DKI Jakarta itu, kata `koalisi' memiliki konotasi negatif di telinga masyarakat, yakni sekadar bagi-bagi kursi. Dia menegaskan, syarat yang ditetapkan bila ada parpol yang ingin bergabung atau bekerja sama adalah jangan meminta jatah di kabinet. Ia pun tidak mempermasalahkan
    Selengkapnya...

Tuesday, 15 April 2014

Mega Kumpulkan Seluruh Ketua DPD PDI-P

JAKARTA (15 April): Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengumpulkan seluruh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI-P se Indonesia serta jajaran gubernur dari PDI-P di kediamannya Jalan Teuku Umar No. 27 A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/4).

  "Kami mengumpulkan 34 DPD PDIP se Indonesia serta 8 gubernur dan dua wakil gubernur untuk terus mengawal perolehan suara pileg sebelum pengumuman dari KPU Pusat," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Puan Maharani saat konferensi pers di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakarta Pusat.   Puan mengaku, berkumpulnya seluruh ketua DPP PDI-P se Indonesia menunjukkan bahwa internal partainya semakin solid. Dia menyebut ini salah satu bentuk
Selengkapnya...

Tuesday, 15 April 2014

PDIP Optimistis Usung Capres-Cawapres Sendiri

JAKARTA (15 April): PDI-P optimistis bisa mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari partainya meski perolehan suara pada pemilu legislatif di bawah 20%.

"Kami optimistis bahwa sebagai pemenang pileg 2014 masih bisa mengusung capres-cawapres. Harapan kami pasangan inilah yang nantinya dipilih rakyat," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Puan Maharani saat konferensi pers di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/4)   Ketika ditanya apakah PDI-P menginginkan capres-cawapres dari kalangan internal partainya, Puan enggan menjawab. Kata dia, entah calon wapres
Selengkapnya...

Tuesday, 15 April 2014

Jokowi Sambangi Forum Pemred

JAKARTA (15 April): Bakal calon Presiden dari PDIP Joko Widodo hadir pada Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) media cetak dan elektronik di restoran Horapa, Jakarta, Selasa (15/4) malam. Gubernur DKI Jakarta itu berhalang hadir pada pertemuan sebelumnya yang diagendakan Jumat (11/4) lalu.

"Malam hari ini saya ingin mendapatkan masukan mengenai semua hal yang berkaitan dengan pilpres. Menurut saya bukan masalah Jokowi, tapi masalah bangsa dan negara kita seperti apa. Jangan masuk ke Jokowinya. Bangsa kita akan dibangun seperti apa," ujar Jokowi, sapaan Joko Widodo.   Seperti biasa, ia tampil dengan gaya khasnya kemeja lengan panjang putih dengan celana panjang hitam. Ia datang sekitar pukul 19.15 WIB didampingi beberapa pengawal. Mantan Wali Kota Solo itu
Selengkapnya...

Monday, 14 April 2014

Perkuat Presidensial dengan Keteladanan Berpolitik

JAKARTA (14 April): Dalam membangun sistem presidensial yang kokoh dan kuat diperlukan keteladanan dalam berpolitik, kata Wasekjen DPP Partai NasDem Willy Aditya.

Dia mengatakan, basis kerja sama Partai NasDem dan PDIP adalah memperkuat sistem presidensial, dengan tidak mengulangi kesalahan pemerintahan sebelumnya. Praktek rangkap jabatan, misalnya, mempertontonkan tidak adanya pemisahan antara ranah publik dan ranah golongan atau partai. Itu menjadi pelajaran penting bagi pemerintahan mendatang. "Saat kita berbicara penguatan sistem presidensial, kita perlu mempertegas bahwa menteri, wakil presiden dan presiden tidak boleh rangkap jabatan di
Selengkapnya...

Monday, 14 April 2014

Caleg 9 Parpol Desak Pemilu Ulang

CIAMIS (14 April): Puluhan calon anggota legislatif (caleg) dari sembilan partai politik di Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/4) mendatangi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. Mereka mendesak Panwaslu segera menindak tegas caleg yang bermain politik uang dalam Pemilu 9 April lalu.

Caleg yang datang itu dari Partai NasDem, Golkar, PDIP, Gerindra, Demokrat, PPP, Hanura, PKB serta PBB. Mereka merasa dicurangi segelintir caleg yang bermain uang sehingga perolehan suara mereka tidak sesuai harapan.Caleg itu terutama dari daerah pemilihan Ciamis-5 dan Ciamis-6 yang masuk wilayah Pangandaran. Para caleg tersebut membawa bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan caleg terutama di daerah Pangandaran. Kedatangan mereka juga dipicu sikap Panwaslu yang dinilai tidak segera
Selengkapnya...

1
2
3
4
5
6
>
»