• “Jika menang, Partai NasDem akan menciptakan 10.000.000 lapangan kerja baru untuk kurun waktu lima tahun.”
  • “Jika menang, Partai NasDem akan menciptakan 10.000.000 lapangan kerja baru untuk kurun waktu lima tahun.”
  • “Saatnya retorasi Indonesia digulirkan bersama NasDem untuk menjadikan hari esok jauh lebih baik daripada hari ini.”
  • “Saatnya retorasi Indonesia digulirkan bersama NasDem untuk menjadikan hari esok jauh lebih baik daripada hari ini.”
  • “Jika menang, Partai NasDem akan menciptakan 10.000.000 lapangan kerja baru untuk kurun waktu lima tahun.”
RESTORASI INDONESIA
AYO BERGABUNG!

Berikanlah tiga semangat perubahanmu untuk restorasi Indonesia yang lebih baik lagi, bersama Partai NasDem.

TOPIK UTAMA

Dikritik Abraham Samad, Prasetyo Puji KPK

JAKARTA (24 November): Kritikan pedas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang menyatakan prihatin dengan pengangkatan H Prasetyo menjadi Jaksa Agung, disambut dingin Prasetyo. Bahkan Prasetyo menganggap biasa saja kritikan Abraham Samad tersebut.

Prasetyo malah menganggap Abraham Samad yang berlatar belakang pengacara, cocok mengemban tanggung jawab sebagai ketua KPK. "Cocok. Saya tahu latar belakangnya, Pak Abraham Samad sebagai pengacara," kata Prasetyo saat menyambangi press room Kejaksaan Agung, Senin (24/11). Prasetyo pun mengaku bahwa dia dan Abraham Samad pernah bertugas di daerah yang sama yakni Sulawesi Selatan. "Yang pasti kami pernah berdiam dan bertugas di daerah yang sama," kata mantan Jaksa
Selengkapnya...

Terkini
Monday, 24 November 2014

Presiden Tegaskan tidak Bisa Intervensi KPK

BOGOR (24 November): Presiden Joko Widodo mengisyaratkan dirinya tidak bisa mencampuri metode pengungkapan kasus korupsi kepada publik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden tidak bisa mencegah efek yang dikeluhkan kepala daerah soal hilangnya kewibawaan di mata warga karena ikut diperiksa dalam suatu kasus korupsi.

"Beda kalau KPK," ucap Jokowi singkat, di Istana Bogor, Bogo, Jawa Barat Senin (24/11). Jokowi mengemukakan itu menanggapi keluhan para gubernur dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan yang juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Se-Indonesia (APPSI) mengeluhkan adanya delegitimasi pemerintahan dengan adanya pemberitaan mengenai pemeriksaan kepala daerah dalam suatu kasus korupsi. Meski
Selengkapnya...

Lainnya:
Tuesday, 4 November 2014

Teater Koma Mainkan "Republik Cangik"

JAKARTA - Teater Koma akan pentas kembali.  Lakon berjudul "Republik Cangik" akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, 13-22 November 2014. "Republik Cangik" bercerita tentang Cangik, punakawan perempuan dari Kerajaan Mandura yang bertugas memilih pemimpin Negeri
Selengkapnya...

Lainnya:
Monday, 2 September 2013